• 2

    Feb

    Contrengan Guncang Negeri Dewa

    Beberapa hari saya ‘ngumpet’ di negeri para Dewa. Maunya bertapa, tapi justru menuai gaduh. Para Dewa guncang. Para Dewa sibuk. Para Dewa membolak-balik kriteria yang masuk surga atau neraka. Aturan tambahan para pemuka di negeri Bumi, membuat para Dewa pusing tujuh keliling. Coblos eh contreng contreng…!!! Para Dewa mencoba mencari makna kata contreng. Kamus kamus dikumpulkan. Googling di Wikilangit dilakukan. Namun, ya itu tadi, para Dewa tidak menemukan kata Contreng. Mengapa tidak ikut contrengan hukumnya haram? Haram itu dosa. Dosa itu tiket masuk neraka. Para Dewa pusing tujuh keliling. Para Dewa juga punya pertanyaan: kalau orang mencontreng dan orang yang dicontreng kelak dikemudian hari terima suap dan dibui KPK, apakah contrengannya itu halal? O la la….si
  • 27

    Jan

    Misteri Parang Hijau Mega Sultan HB X

    Dunia politik Indonesia kian bergoyang. Pekan lalu Sultan HB X bertandang ke rumah Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. Senin (26/1/2009) giliran Mega menyambangi raja Mataram itu. Mega dijamu di Kraton Yogyakarta. Sultan berkemeja batik bermotif parang. Warna hijau menyiratkan misteri politik. Perlambang apa? Sultan memang terbiasa berbatik motif Parang. Terutama Parang Rusak, Hanya saja, lazimnya motif parang bernuansa warna coklat, hitam, merah, atau warna terang lainnya. Saat menjamu Mega, parang yang dikenakan Sultan berwarna hijau. Warna istimewa bagi kalangan kraton. Konon — sekali lagi ini konon — warna hijau itu jadi perlambang. Perlambang Sultan menerima pinangan Mega, menjadi Wapres-nya Mega. “Ah ini hanya peristiwa budaya,” kata Sultan. “Ini
  • 21

    Jan

    Mega Obama dan Pelajaran Ngambek

    Mega Obama. Mega dalam arti besar. Obawa memang benar-benar orang besar. Besar bukan dalam artian bertubuh tambun alias gendut. Sejarah telah melahirkan Mega Obama. Ada pelajaran menarik dalam upacara pelantikan Obama menjadi Presiden AS: tak ada yang ngambek. Bagaimana bisa? Saat Obama dan Istrinya tiba di Gedung Putih, Bush dan istrinya langsung menyambut. Jabat tangan dan peluk cium. Tak lupa Ibu Obama menyerahkan oleh oleh untuk Ibu Bush. Sebuah kemesraan yang dilihat langsung jutaan warga dunia. Ada yang harus pergi dan ada yang harus datang. Tak ada yang ngambek. Bush memuji Obama, sebaliknya Obama pun melempar pujian ke alamat Bush. Tak ada dendam. Tidak pula saling menjelekkan. Yang kalah dan yang menang berpelukan. Lalu pelajarannya di mana? Cobalah kembali ke Indonesia pada 20
  • 19

    Jan

    Lidah Api Jakarta! Duh Gusti!

    Jakarta dipanaskan bara di Depo Pertamina Plumpang. Api menjilat-jilat. Tengah malam orang ramai ramai antre bensin. Namun Jakarta juga direndam banjir. Kelapa Gading dilimpahi air berlebih. Di Tol Priok ditemukan mayat perempuan di dalam koper. Duh Gusti! Pertanda apakah semua itu? Pagi pagi televisi sudah menyajikan iklan kisah sukses pemerintahan SBY menurunkan harga BBM. Menurunkan harga BBM 3 kali. Hebat. Top markotop. Pertanyaannya, pas menaikan harga BBM ke mana saja itu bapak? Ngumpet ya? Teman saya menjawab: kalau urusan menaikan BBM itu jatahnya Menteri Sri Mulyani atau Menteri Purnomo. Jakarta boleh saja dijilati lidah api. Namun yang penting, hati kita jangan pernah mendidih. Jangan pernah panas. Banjir…banjirrr…!!!!!
  • 15

    Jan

    Ini Hari Zaman Ngedobos

    Tadi pagi, begitu buka pintu, ada selebaran tergolek di teras. Dilipat rapi. Dikemas dengan bungkus plastik. Itulah selebaran seorang caleg dari partai tertentu. Selebaran dua halaman itu dilengkapi foto si caleg. Mejeng abis. Kayak model gatot alias gagal total. Elek pol. Isi selebarannya, luar biasa. 9 program mulai dari pembangunan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, jalanan, pasar ditulis mentah mentah. Lho, dia itu mau jadi caleg atau atau jadi bupati atau walikota atau gubernur? Lha program yang diumbar justru yang seharusnya dikerjakan para eksekutif seperti bupati, walikota atau gubernur. Wwe alaaaa…ini hari memang zaman ngedobos. Lihatlah juga di jalanan. Poster dan spanduk bertebaran. Tak ada etika. Asal pasang. Asal tempel. Seribu Janji ditebar. Sejuta kata diumbar. Wwe
-

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me