• 17

    Dec

    Makin Demen Baca Koran Tempo

    Tiga bulan terakhir ini saya makin demen baca Koran Tempo. Pilihan beritanya lebih menarik. Lebih berani menyajikan sudut pandang baru. Gaya penjudulan khas. Dengan demikian, saya merasa yang disajikan Koran Tempo tidak basi. Padahal sebagian besar beritanya, sehari sebelumnya sudah banyak yang dimuat di media online seperti detikcom. Inilah yang membuat saya mulai menggeser koran Kompas. Padahal Kompas saya baca sejak saya duduk di bangku SMA. Saya juga pelanggan setia koran Kompas sampai hari ini. Hanya saja, kalau semula Kompas satu satunya koran yang saya langgani, sekarang saya nambah Koran Tempo. Sekarang sedang menimang: Saya harus memilih melanggani satu koran saja. Awal 2009 pasti sudah saya putuskan. Tak baik menunpuk koran bekas banyak banyak. Alasan lain saya demen Koran Temp
  • 15

    Dec

    Dari Garasi ke Konglomerasi

    Bermula dari garasi. Itulah pameo di bisnis konten internet yang sukses: portal, search engine, media online atau jejaring sosial. Yahoo, Google dan masih banyak lagi, memulai dari garasi. Bill Gates (Microsoft) dan Steve Jobs (Apple) juga memulai dari garasi. detikcom pun, juga berawal dari garasi. Garasi jangan diartinya secara fisik sebagai garasi yang kita kenal. Garasi di sini diartikan, mereka memulai benar-benar dari bawah. Tanpa modal besar. Didasari hobi dan mimpi masa depan. Dari garasi itu, mereka kemudian bergerak, menjadi sebuah kekuatan baru. Bukan saja menjadi kekuatan ekonomi besar, namun juga menjadi Kekuatan yang mampu mengubah wajah dunia. Di Indonesia pun awalnya juga begitu. Di samping detikcom, banyak pemain lain yang berawal dari garasi. Memang tidak sefenomenal Ya
  • 10

    Dec

    Pak Nuh Meleset Terus

    Empat undangan saya terima. Empat-empatnya mencantumkan kehadirkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Prof M Nuh. Dan hebatnya, di ke-empat acara itu Pak Nuh batal hadir. Kasak kusuknya, Pak Nuh terpaksa batal hadir karena harus rapat dengan Presiden SBY atau pun harus mengikuti SBY dinas ke luar kota. Acara pertama, kongres Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Sanur pada Kamis, 27 Nov 2008. Kongres AJI yang diawali dengan seminar soal New Media dijadwalkan dibuka Pak Nuh. Pada Rabu, 26 Nov 2008 malam, saya dengar, panitia mendapat konfirmasi Pak Nuh batal hadir. Dari acara AJI, pukul 13.00 saya bergegas ke Kuta. Pada hari yang sama itu, bertempat di Hotel Kartika, Kuta, ada seminar Imoca. Imoca ini asosiasi konten mobile dan internet. Seminar ini, sesuai dengan agenda yang diber
  • 9

    Dec

    Mas Ninok dan Anin Bakrie Top Markotop

    Saya, sebagai Ndorosepuh kembali melanjutkan reli untuk belajar lagi. Kali ini saya menyimak pemaparan senior saya dari Kompas, Mas Ninok Leksono dan juga Anindya Bakrie (Anin). Acaranya sendiri bertajuk diskusi terbatas “Konvergensi Media: Peluang dan Tantangan New Media di Indonesia”. Tuan rumahnya Vivanews.com. Acara ini digelar Selasa, 9 Desember 2008 di Restoran Harum Manis, Apartemen Pavilion Retail Arcade (Samping City Walk Sudirman), Jl KH Mas Mansyur Kav 24, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Paparan Mas Ninok amat sangat ciamik. Mas Ninok membeberkan bagaimana datangnya era konvergensi dan bagaimana new media disikapi. Komplit plitlah. Sedangkan Anin - kali ini tampil sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Indonesia - mengungkapkan bagaimana pertumbuhan t
  • 5

    Dec

    Pak Item, Konvergensi dan Onani

    Pak Item (aktivis Aliansi Jurnalis Independen - AJI) dalam seminar di Sanur, Bali, pekan lalu mempertanyakan: Konvergensi — ditandai dengan meluncurkan portal berita — yang dilakukan oleh beberapa kelompok media besar di Indonesia apakah tidak sekadar onani saja? Euforia konvergensi yang pada akhirnya akan mlempem dengan sendirinya. Pak Item mengacu pada awal 2000, ketika portal portal bertumbuhan, lalu kemudian berguguran. “Kalau onani sih tiap hari, gak perlu konvergensi segala” begitu jawaban saya secara guyonan. Jawaban serius saya: Bukan onani. Tapi ini langkah serius. Pasarnya sudah tumbuh gede. Infrastukturnya sudah tersedia. Sangat berbeda dengan awal 2000-an dulu. Namun ada kemiripannya: yakni krisis. Kalau pada 2000 dulu bubble pecah. Persepsi terhadap i
  • 8

    Sep

    Debut VE Selepas dari XL

    VE jadi kolomnis. Ternyata benar adanya. Mumpung belum jauh, saya perkenalkan dulu. VE adalah Ventura Elisawati. Eksekutif di XL ini per 1 September 2008, tidak lagi ngantor di kawasan Mega Kuningan, JakartaSelatan. VE resmi mengundurkan diri dari XL. Lalu ke mana? Ya itu tadi, jadi kolomnis. Dan setidaknya, hari ini, Senin (9/9/2008) isu VE jadi kolomnis diwujudkan lewat tulisannya di harian Kompas. Tulisannya menarik. Soal Obama dan pemanfaatan internet untuk kampanye presiden. Silakan dibaca sendiri. Moga moga honornya sudah di atas Rp 350.000. Moga-moga. VE jadi kolomnis sebenarnya bukan isu baru. Sebelumnya, tulisannya juga beberapa kali nongol di berbagai media dan juga di detikinet. Dunia tulis menulis jelas tak asinglah bagi VE. Maklum saja, sebelum menjadi eksekutif di XL, VE ad
  • 2

    Sep

    dotcom Sepi Lagi..Gak Seru Ah..!!

    Setelah beberapa waktu lalu hingar bingar, dunia dotcom Indonesia sepi lagi. Normal maning. Gosip-gosipnya menyepi. Pembajakan wartawan online surut. Hah, lagi pada ke mana ya? Aslinya sih tidak sesepi itu. Ada Tempo Interaktif yang tampil dalam perwajahan baru. Namun Tempo tidak gebyar gebyar mengawali wajah barunya. Tidak ada pesta besar di hotel berbintang lima. Tidak ada iklan satu halaman berwarna berturut turut selama 15 hari. Ngirit atau belum yakin? Lalu bagaimana dengan rencana Telkom membangun industri konten? Belum ada bocoran berarti. Menurut kolega saya di Telkom, gagasan besar itu masih dalam taraf di atas kertas. Proses terus berlanjut. “jadi tunggu saja tanggal mainnya,” tutur kolega saya itu. IM2, anak perusahaan Indosat, sebenarnya sudah punya portal baru.
- Next

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me