• 22

    Nov

    Artis Tong Setan Itu Telah Bubar

    Suatu hari detikcom mengeluarkan kaos baru. Untuk dijual dan dibagikan gratis. Saya dijadikan model promosi. Sesi pemotretan mendadak. Main tembak. Saya tidak sendiri. Ada beberapa teman teman detikcom dilibatkan. Cewek cewek gitu. Mereka kemudian disebut artis Tong Setan. Satu demi satu teman teman yang ikut sesi pemotretan itu sudah dan akan meninggalkan detikcom. Toh demikian kami masih berhubungan baik. Baik lewat BBM maupun twiteran. Sesekali juga ketemuan, sambil makan-makan. Mulai dari yang paling kiri dari foto. Namanya Andi Yuyie. Asli Makassar. Saat ini masih di bagian marketing detikcom. Bulan depan dia akan cabut, entah pindah ke mana. Rahasia, kata Yuyie yang ngakunya sudah tidak jomblo lagi. Di sebelah Yuyie ada Amel. Amel sepertinya satu-satu artis Tong Setan yang masih ad
  • 5

    Feb

    Sok "Raja Minyak" Jualan Kaos

    Selasa (3/2/2009) teman teman kantor heboh. Whuiiii….bdi (demikian saya biasa dipanggil) jadi raja minyak. Dikerumuni cewek cewek cakep. Kegiatan di news room terhenti sejenak. Teman teman berjubel di depan studio mini. Azizah berkomentar (komentarnya mencela cela) paling kenceng. Dia lupa kalau sedang hamil. Awas, anak lahir langsung berkumis lho! Itulah suasana yang bisa saya gambarkan ketika saya “dikerjain” tim detikshop.com. Saya didaulat jadi model kaos “Update Banget”. Kaos ini dagangan paling gres setelah edisi kaos “Kopi Paste” yang laris manis itu. Sebagai model tentu saja kagok banget. Apalagi model lainnya cakep cakep. Ada Ayu, Sarah, Yuyie, Amel, Vita dan Alloy. Model ini adalah rekan rekan kerja saya semua. Fatia si tukang pot
  • 18

    Sep

    Kita Bukan Burung Tak Berotak

    “Kita Bukan Burung Tak Berotak” . Kalimat ini saya cuplik dari sebuah puisi berjudul “Puisi Gentle”. Penulisnya bukan penyair kondang. Bukan juga penyair yang belum kondang. Penulis puisi itu adalah rekan saya: Andi Abdullah Sururi alias A2S. Andi, demikian panggilan akrabnya, adalah redaktur pelaksana detiksport. Sudah tentu urusan Andi tiap harinya jauh dari dunia puisi. Namun, sekali-sekalinya Andi nulis puisi, weh, oke juga. Inilah lengkapnya puisi karya Andi yang ditampilkan di blog Andi: andias.blogdetik.com Puisi Gentle Kalau mau pergi, pergi saja Ladang masihlah teramat luas Tapi jangan seret orang yang sedang mengaji Dunia tidak melulu soal materi Kalau tak puas, carilah terus Nanti akan kau temukan tempat sejatimu Tapi jangan berkicau ke sana sini Kita
  • 17

    Sep

    Wanti-wanti dan Tipe Pemangsa

    Saya punya wanti wanti khusus Kepada tim rekruitmen di detikcom. Wanti-wanti ini saya sampaikan pada awal-awal detikcom. Wanti-wanti itu sederhana saja: Jangan pernah menerima calon karyawan, yang saat diwawancara, dia menjelek-jelekkan atau bahkan menfitnah kantor tempat dia bekerja sebelumnya. Awal mula wanti-wanti itu berangkat dari wejangan almarhum ayah saya. “Sejelek apa pun kantor tempat kamu bekerja, jangan pernah kau jelek-jelekkan. Apalagi kamu fitnah,” demikian wejangan ayah saya. “Sebab, bagaimana pun, kantor itu telah memberi kamu penghidupan, memberi kamu kesempatan, peluang belajar dan mengenal banyak hal, yang nilainya tidak bisa kamu ukur dengan uang.” Saya mencamkan betul wejangan itu. Makanya, saya selalu begitu membanggakan kantor-kantor di man
  • 6

    Aug

    Saya Diomelin Karmin

    “Pak Budi, blog harus terus diisi. Jangan kelamaan ngisinya,” begitu omelin Karmin kepada saya, beberapa waktu lalu. Saya tentu hanya cengar cengir saja. Omelan Karmin itu tidak salah memang. Saya tergolong jarang menulis di blog pribadi saya. Bisa seminggu sekali, bisa juga molor. Alasan saya tentu saja banyak. Yang sibuk ngurus ini, ngurus itu. Undangan ke daerah-daerah. Meeting ini itu. Dan lain lain, dan lain lain. Pokoknya gak bakal kehabisanlah soal alasan. Ada seribu satu stok alasan di kantong saya. Jika Karmin ngomelin saya, ya itu pantas saja. Apalagi, Karmin kini mendapat tugas baru, mengelola blogdetik. Karmin bergabung menjadi satu dalam tim yang dipimpin Putri Fatia. Dan lagian, meski di detikcom Karmin itu yunior saya, tapi dalam hal dunia blog, saya ini yunior
  • 17

    Jul

    Dari 35 Iklan Menjadi 15 Iklan Saja

    9 Juli 2008, bertepatan dengan usia detikcom yang ke-10, wajah depan detikcom berubah. Seperti sudah saya katakan, warna hijau telur, biru dan kuning tetap dipertahankan. Yang berubah sangat fantastis adalah jumlah iklan. Dulu di halaman depan ada 35 iklan, kini tinggal 15 iklan. 20 Banner iklan kami pangkas. Bejibunnya 35 iklan di halaman depan detikcom itulah yang selalu dikeluhkan pembaca. Terlalu berat, terlalu riuh. Hujatan dari para kritikus lewat berbagai blog sangat kami pahami. Kami mendengar. Namun, untuk mengurangi jumlah iklan tentu bukan perkara gampang. Ada urusan pendapatan. Ada kepentingan para pemasang iklan. Maka melalui serangkaian diskusi panjang, baik internal maupun dengan para pemasang iklan, rencana mengubah halaman depan detikcom dirancang sejak 9 bulan lalu. Sem
  • 8

    Jul

    10 Tahun detikcom, Hijau, Biru dan Kuning

    9 Juli 2008 detikcom genap berusia 10 tahun. Ya, 10 tahun sudah. Dan seperti tahun-tahun lalu, perayaan ulang tahun akan kami gelar dengan sederhana saja. Syukuran kecil ditemani aneka hidangan sederhana akan kami gelar Rabu, 9 Juli 2008. Mohon maaf jika tidak ngundang-ngundang. Berusia 10 tahun tentu punya arti tersendiri bagi kami. Kami masih ingat bagaimana dulu mengawali online pada 1998, saat banyak narasumber bertanya, “Apa itu internet?” dan kadang mereka kepeleset lidah menyebut internet dengan, “eternit.” Desain jadul kami pun simpel. Dengan warna khas, hijau, biru dan kuning. Warna yang kemudian menjadi TM detikcom, yang hingga kini masih dipertahankan Lalu pada awal tahun 2000-an, ketika balon dotcom meletus. Kami harus mencari cara agar keluar dari cob
- Next

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me