• 23

    Nov

    Menutup Ompong, Pilih Implan atau Gigi Palsu

    Hari ini, 4 Hari sudah gigi depan ompong sudah. Beruntung, sudah mendapat perawatan yang bagus dari sebuah klinik spesial gigi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tinggal memutuskan, memakai gigi palsu atau implan. Senin (21/11) lalu, sisa gigi yang patah dioperasi. Dicabut sudah. Meski anestesi-nya lokalnya bagus, toh deg-degan juga. Alhamdullilah, proses pencabutan sisa gigi itu berlangsung mulus. Tak terasa sakit. Bahkan, seusai pencabutan, saya bertahan tidak meminum obat pereda rasa sakit. Oh iya, sedikit cerita aja, gigi saya bagian depan itu patah, saat saya menggigit tulang cakar ayam di Resto Din Tai Fung, Minggu (20/11) petang. Bukan tulang ayam yang kelewat keras, tapi gigi saya yang sepertinya sudah rapuh. Maklum, itu gigi tidak sepenuhnya asli. Separuh gigi itu adalah
  • 20

    Nov

    Cakar Ayam itu Membuat Gigiku Patah dan Ompong

    Kletak. Ada sesuatu yang terasa aneh di mulutku saat menggigit tulang cakar ayam itu. Jiahhh. Ternyata benar. Gigiku rompal alias patah. Itu memang bukan gigi asli. Gigi palsu yang sudah berumur 14-an tahun (kenapa saya pakai gigi palsu, nanti akan saya ceritakan tersendiri). Letaknya pas di depan sendiri. Kalau merenges, kelihatan ompongnya. Jadi untuk sementara, aku berusaha untuk tidak merenges dulu. Rompalnya gigi palsu itu terjadi di Restoran Din Tai Fung, PIM2 pada Minggu (20/11/2011) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu aku makan bersama istriku, Hana, anakku Bening dan ibuku. Gigi itu rompal setelah menggigit cakar ayam. Tentu bukan salah makanan lezat yang tulangnya empuk itu. Kesalahan terletak pada gigi palsuku yang sudah terlalu berumur. Atau mungkin aku terlalu bernafsu menggigi
  • 16

    Nov

    Berjins Berkaos, Eh Ada Penampakan Pas Berjas

    Sejak kecil saya punya cita-cita bekerja disebuah kantor yang memberi kebebasan dalam berpakaian. Boleh bercelana jins, boleh berkaos oblong. Boleh juga pakai sandal jepit di kantor. Di Majalah Tempo, di Harian BeritaBuana, di Tabloid detik hingga di detikcom, semua itu saya dapatkan. Menyenangkan. Menggairahkan. Memompa kreativitas. Mengalirkan energi produktif. Dengan bekerja hidup jadi lebih menyenangkan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bekerja dengan pakaian seragam. Kaku. Kayak tentara atau minimal kayak satpam gitu. Begitulah saya. BDI demikian teman-teman saya memanggil selalu berjins, kaos dan bersandal. Dari sejak berambut gondrong hingga model cepak, soal pakaian tak berubah. Di tengah kebebasan berpakaian itu, toh ada saat-saat tertentu yang tidak memungkinkan saya mem
  • 7

    Nov

    Belum Bisa Berdiri: Panjang. Bisa Berdiri Panjang

    Awalnya sederhana saja. Tadi pagi seorang teman ngetwit, mengabarkan tentang seorang temannya yang baru saja melahirkan anak kedua. Begini twit itu: Telah lahir bayi laki2. Berat 3,2 Kg, tinggi 50 Cm. Nah kebetulan sekali, saya sedang merapikan dokumen keluarga. Bersamaan dengan membaca twit teman saya itu, saya kebetulan sedang memegang surat kelahiran anak saya dari rumah sakit. Surat kelahiran itu antara lain menyebutkan ukuran bayi: meliputi berat dan panjang. Bukan tinggi lho. Panjang gitu. Kontan saja, saya lalu mereply twit teman saya itu. Begini : Kalau bayi bukan tinggi, tapi panjang. Sebab bayi itu belum bisa berdiri. Gayung bersambut. Para penyambar twit itu pun kontan berdatangan. Ada yang menanyakan keseriusan alasan penggunaan “Panjang” dan bukannya “Ting
  • 3

    Nov

    Hari Ini 22 Tahun Yang Lalu: Jiah Emang Sepurrrrr

    Hari ini 22 tahun yang lalu: 3 November 1989. Subuh sekitar pukul 04.35 WIB. Oek oek oek …. Lahirlah bayi laki-laki dari rahim istriku, Hana di RS Asih, yang berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dialah anak pertamaku. Ada rasa syukur, rasa senang, bahagia. Pokoknya campur aduk. Saya merasakan: inilah sebuah keajaiban dalam hidup. Punya anak. Setelah 3 hari di RS Asih, jabang bayi itu kami bawa pulang ke rumah kontrakan di Cilandak VI, Jakarta Selatan. Saat itu, saya mengontrak di sebuah rumah petak memanjang kayak sepur. Anak lelakiku itu kini berusia 22 tahun. Menjelang umur 21 tahun ia lulus dari SBM ITB. Kini ia mengambil S2 di sebuah universitas di Australia. Sekolah sembari nyambi jadi pelayan di sebuah restoran. Jadilah orang hebat dan sehat. Ingat ya nak, jangan p
  • 12

    Oct

    Musim Kawin: Siaplah Tidur Bersama Kakek Kakek

    Musim perkawinan telah tiba. Bukan teman yang kawin, tapi anaknya teman. Teman sepantaran, sama umur, atau kurang lebih sama, sudah mulai mantu. tgl 10-10-10 adalah puncaknya. Dalam sehari ada 7 undangan perkawinan. Tapi maaf, hanya satu yang bisa saya penuhi. Satu-satunya yang saya hadiri adalah perkawinan Dita, putri sulungnya Didi Nugrahadi di Hotel Atlet Century, Jakarta. Tentu saya punya segudang alasan mengapa hanya menghadiri perkawinan Dita. Pertama, Didi, adalah sahabat tua saya, sekaligus orang yang pada 1998 bersama-sama mendirikan www.detik.com. Dan alasan yang terakhir, saya ingin mengingatkan pada Mbak Tuti, istri Didi, barangkali setahun ke depan Dita sudah punya momongan. Cucu pertama Didi dan Mbak Tuti. “Jadi, setahun lagi, Mbak Tuti harus siap siap tidur bersama k
  • 20

    Feb

    Facebook dan Para Bajingan

    Seorang rekan perempuan saya nampaknya sedang punya masalah dengan laki-laki. Saya tidak tahu apa masalahnya. Ia terlihat Marah banget. “Semua laki laki itu bajingan,” sergahnya dengan wajah masam. “Bajingan banget.” Masih kata teman perempuan saya, cobalah lihat penampilan para bajingan itu di facebook. “Weh…, mereka, para bajingan itu, tampil seperti malaikat. Foto anak istri dipamerkan. Para bajingan itu sepertinya suami yang oke oke. Setia. Dan terlihat begitu bangga dengan keluarganya,” katanya berang. “Penampilan para bajingan itu di facebook jauh berbeda dengan kelakukan kesehariannya,” katanya meledak-ledak. Saya hanya melongo mendengar kemarahannya. “Tenang..tenang….jangan emosi. Saya ini juga lelaki. Di Facebook

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me