Lahir Sebagai Budiman, Lalu Diubah Jadi Budiono

3 Dec 2011

bayiokeBegitu mbrojol, cenger, oek oekkk, oleh bapak, Darsono, saya dinamai Budiman. Ya Budiman. Budiman tok tanpa embel embel lagi. Sehari kemudian, saya punya nama baru: Budiono. Untungnya, belum sempat selamatan bubur merah. Siapa mengubah nama saya?

Saya dilahirkan pada Subuh, 1 Oktober di rumah sakit Mardi Waluyo di Jl Pandanaran, Semarang. Tahun kelahiran sengaja saya simpan, agar tidak terkesan sudah tuo. Siapa tahu juga nantinya saya akan bikin quiz, yang bisa menebak tahun kelahiran saya dengan benar akan mendapatkan hadiah. Hihihi..!!!

Dan saya, seperti saya sebutkan tadi, mendapat jejuluk: Budiman. Namun nama ini hanya bertahan sehari. Menurut cerita bapak saya, malam hari setelah saya lahir, ia didatangi oleh seseorang. Berbaju putih, rambut dan janggutnya juga putih. Orang tua begitulah. “Gantilah nama anakmu menjadi Budiono,” kata orang tua itu. Orang tua itu menemui bapak saya melalui mimpi.

Dan saat itu juga, bapak saya menjuluki saya: Budiono. “Apa alasan orang tua itu menyuruh mengubah nama saya menjadi Budiono,” tanya saya. “Aku keburu terbangun, sehingga tidak tahu alasannya,” tutur bapak. Ya sudahlah. Maka ketika saya diboyong dari rumah sakit ke sebuah rumah kontrakan di kampung Bulu Magersari gang 1, adalah bayi bernama Budiono dan bukan Budiman.

Nama Budiman itu tentu saja begitu mengingatkan saya pada tiga sahabat saya yang bernama Budiman. Budiman Sudjatmiko. Tokoh PRD yang kini menjadi anggota DPR RI dari PDIP. Budiman Tanuredjo, redaktur pelaksana Harian Kompas. Dan Budiman Hakim, jagoan di bidang periklanan. Ketiganya adalah orang hebat. Jika saya tetap bernama Budiman dan bukan Budiono, akankah saya menjadi orang hebat seperti mereka?


TAGS


-

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me