Eks Tempo, Eks SurabayaPost dan Alumni Detik

24 Nov 2011

alumnidetikokeTeman-teman yang dulu pernah bekerja di Majalah Tempo, lebih suka menyebut dirinya “Eks Tempo” ketimbang “Alumni Tempo”. Saya termasuk salah satu “Eks Tempo” itu. Katanya sih, alumni lebih terkait dengan dunia akademi.

Lagi pula, “Eks Tempo” itu keluar bukan karena “Lulus” tapi karena berbagai faktor. Ada yang pindah kantor, ada yang pensiun, ada yang karena korban breidel. Mungkin ada pula yang karena dikeluarkan (moga-moga yang ini tidak ada). Begitulah.

“Eks SurabayaPost” demikian grup Facebook teman-teman saya yang dulu bekerja di Harian Sore Surabaya Post. Alasan menggunakan “Eks” bukan “Alumni” idem dengan alasan “Eks Tempo”. Mereka jadi “Eks SurabayaPost” karena keluar dan pindah kerja dan juga akibat penutupan koran itu. Saya termasuk yang “Eks SurabayaPost” lantaran pindah ke Tempo.

Saya gembira ketika di Facebook ada grup “Alumni detik”. Saya tentu saja sangat ingin bergabung. Apalagi, yang menarik, grup ini menggunakan istilah “Alumni” dan bukan “Eks”. Maklum, saya ini kan “Eks detik”. detik yang saya maksud adalah Tabloid detik. Tabloid milik Mas Eros Djarot yang dibreidel rezim Soeharto pada 1994.

Setelah saya intip, di grup “Eks detik” di Facebook itu, ternyata tak seorang pun teman-teman saya dari Tabloid detik. Tidak ada nama Karmin (@fanabis), Saifullah Yusuf (kini Wagub Jatim), Muhaimin Iskandar (kini Menakertrans), Yuyun, Cak Anis, dll. Ke mana mereka?

Oh ternyata “Alumni detik” itu adalah teman-teman “Eks detikcom”. Lantaran saya masih bekerja di detikcom, sudah barang tentu, saya tidak bisa bergabung di grup itu. Sekretaris redaksi, Marina, pernah mendaftar di “Alumni detik” itu. Semula Marina diterima, tetapi tak lama kemudian didelete. Lha iyalah, Marina kan belum “Eks detikcom”.

Jadi saya pun tak berani mendaftar untuk bergabung. Takut ditolak atau didelete. Yang hebat adalah rekan saya Sapto Anggoro. Dia “Eks SurabayaPost” sekaligus anggota “Alumni detik”. Saya dibuatnya ngiri.


TAGS


-

Author

Saya Budiono Darsono, salah satu founder detikcom. Founder yang lain adalah Abdul Rahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sofyan. Saya lahir di Semarang, 1 Oktober 1961.

Follow Me