Archive for July, 2008

Jul 17 2008

Dari 35 Iklan Menjadi 15 Iklan Saja

Published by budiono under detikcom

9 Juli 2008, bertepatan dengan usia detikcom yang ke-10, wajah depan detikcom berubah. Seperti sudah saya katakan, warna hijau telur, biru dan kuning tetap dipertahankan. Yang berubah sangat fantastis adalah jumlah iklan. Dulu di halaman depan ada 35 iklan, kini tinggal 15 iklan. 20 Banner iklan kami pangkas.

Bejibunnya 35 iklan di halaman depan detikcom itulah yang selalu dikeluhkan pembaca. Terlalu berat, terlalu riuh. Hujatan dari para kritikus lewat berbagai blog sangat kami pahami. Kami mendengar. Namun, untuk mengurangi jumlah iklan tentu bukan perkara gampang. Ada urusan pendapatan. Ada kepentingan para pemasang iklan.

Maka melalui serangkaian diskusi panjang, baik internal maupun dengan para pemasang iklan, rencana mengubah halaman depan detikcom dirancang sejak 9 bulan lalu. Semula, kami berniat hanya menyisakan 4 iklan saja di halaman depan. Namun, keinginan itu terpaksa kami urungkan dulu.

Mengapa? Pasar perlu transisi. Dengan hanya 4 iklan, harga iklan pasti naik kelewat tinggi. Ini bisa membuat para pemasang iklan kaget. Dari masukan para pemasang iklan, akhirnya disepakati, perubahan halaman depan detikcom ada 15 iklan saja. Ini pun harga iklan naiknya tetap lumayan tinggi. Dan yang membuat kami bersyukur, peminatnya tetap tinggi.

Mengapa? Share of Voice jadi kian tinggi. Ukuran banner bisa lebih gede. Posisi iklan tidak bertumpuk-tumpuk. Singkat kata pemasang iklan senang. Pembaca pun tidak lagi diriuhi dengan 35 iklan seperti selama ini. Dan kami tetap berproses menuju hanya 4 iklan di halaman depan.

Kapan? Sabar donk!!

8 responses so far

Jul 08 2008

10 Tahun detikcom, Hijau, Biru dan Kuning

Published by budiono under detikcom

9 Juli 2008 detikcom genap berusia 10 tahun. Ya, 10 tahun sudah. Dan seperti tahun-tahun lalu, perayaan ulang tahun akan kami gelar dengan sederhana saja. Syukuran kecil ditemani aneka hidangan sederhana akan kami gelar Rabu, 9 Juli 2008. Mohon maaf jika tidak ngundang-ngundang.

Berusia 10 tahun tentu punya arti  tersendiri bagi kami. Kami masih ingat bagaimana dulu mengawali online pada 1998, saat banyak narasumber bertanya, “Apa itu internet?” dan kadang mereka kepeleset lidah menyebut internet dengan, “eternit.” Desain jadul kami pun simpel. Dengan warna khas, hijau, biru dan kuning.  Warna yang kemudian menjadi TM detikcom, yang hingga kini masih dipertahankan

Lalu pada awal tahun 2000-an, ketika balon dotcom meletus. Kami harus mencari cara agar keluar dari cobaan yang menguji kehandalan bisnis dotcom. Dan kami bersyukur kami lolos dari ujian itu hingga berusia 10 tahun.

Usia 10 tahun jelas bisa terwujud berkat dukungan Anda. Kecintaan Anda pada kami, baik lewat mengklik berita, mengkritik, mengecam, memberi saran dan memberi semangat plus pujian, sungguh merupakan energi positif yang memicu adrenalin kami.

Itu jugalah yang membuat kami untuk berusaha keras membenahi diri, mulai dari teknik penyajian, penambahan/perubahan fasilitas dan konten hingga tampilan. Tujuan akhirnya jelas untuk kepuasan Anda.

Atas semua ini, kami ucapkan banyak terimakasih dari lubuk hati terdalam kepada Anda semua, yang telah satu dasawarsa mengiringi perjalanan kami. Janji kami di usia baru ini adalah terus memperbaiki diri untuk kepuasan Anda, cukup hanya satu klik detik ini juga: www.detik.com. Doakan kami.

25 responses so far

Jul 01 2008

Hayo Rame Rame Bikin Media Online

Published by budiono under Media

Media online bakal gebyar gebyar lagi. Situasinya mirip awal 2000-an lalu. Riuh. Semua orang membuat portal, media online, atau apalah namanya. Ada yang bermodal besar, ada pula yang bermodal cekak. Ada yang serius, ada pula yang sekadar mengadu keberuntungan. Dotcom…dotcom…dotcom…..mantra yang menyihir banyak orang.

Pada 2008 ini geliat industri media online seperti bangun dari tidur panjang. Dan pemainnya, hampir semuanya datang dari kekuatan utama industri media di Indonesia. Modalnya, tentu saja tidak cekak. Puluhan dan bahkan ratusan miliar rupiah siap dikucurkan.

Ada kelompok Gramedia, MNC, Bakrie dan Tempo dikabarkan juga tidak akan ketinggalan untuk ngebut di jalur industri maya. Bahkan Telkom pun akan ikut terjun. Apa yang akan dibikin Telkom, saya belum tahu. Tapi dari bisik bisik dengan orang dalam, Telkom sedang menyiapkan industri konten secara serius. Sebuah tim khusus sudah dibentuk. Hebat!

Di depan ratusan pemilik media dalam Kongres Serikat Penerbit Suratkabat (SPS) beberapa bulan lalu di Hotel Santika, Jakarta, saya, yang diminta sebagai pembicara, secara terbuka mendorong mereka untuk memasuki bisnis online. Ceruk pasarnya terus tumbuh. Tumbuh dan tumbuh. Dan banyak segmen yang belum tergarap.

Lalu ada pemilik media yang bertanya, mengapa saya secara terbuka mendorong semua orang membuat media online, apakah detikcom tidak takut tersaingi? Jawab saya: Tidak. Detikcom butuh banyak teman dalam menggarap pasar. Stimulasi ekonomi akan tumbuh cepat apabila pemainnya banyak. Bertahun tahun, praktis detikcom sendirian menggarap pasar, mengedukasi pasar.

Pasar harus digarap ramai-ramai. Detikcom misalkan, baru mampu menggarap 100 potensi. Bayangkan kalau pemainnya 5 atau bahkan 10 media online, saya yakin ada 500 hingga 1000 potensi yang bisa tergarap. Pasar pun saya yakini akan bergeliat tumbuh. Jangan pernah takut tidak kebagian.

Apakah kemudian hasilnya akan instan? Tentu saja tidak. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan dan sedikit keberuntungan. Wehh…sok berpetuah. Udah ah!

25 responses so far