Jun 12 2008
Telkom Dekati Portal Berita detik.com
Ini berita saya cuplik dari Koran Tempo edisi Kamis, 12 Juni 2008 di halaman A23. Begini cuplikan 2 alinea terakhir dari berita berjudul Telkom Siapkan Bisnis Content:
Sumber Tempo di Telkom menyebutkan, perusahaan milik negara itu sebenarnya telah mendekati portal berita detik.com untuk menjadi anak usaha bidang content.
Ketika dimintai konfirmasi, Indra (Indra Utoyo, Direktur Teknologi dan Informasi Telkom) mengakui adanya rencana pembelian itu. “Tapi tidak jadi,” kata Indra tanpa menyebutkan alasannya. Sementara itu, Pemimpin Redaksi detik.com Budiono Darsono enggan berkomentar. “Sebaiknya hal ini ditanyakan saja ke Telkom,” kata dia.

Terus, saya musti nanya siapa? Ke KorTem ‘kali yak?
loh telkom kan sudah menjawab, kan disuruh nanya lagi sih?
Anda bertanya, kami menjawab. Silahkan dicerna sesuai persepsi masing-masing
Paman To, Tanya aja ke rumput bergoyang…hihihihiiiii…
Denger denger sih Portal nya terlalu tinggi…..Kasihan Telkom-nya klo masang kabel nanti…bisa-bisa kena petir…
bukan kebalik kabar itu. Sumbernya keliru kali!
Husyy..jangan sembarangan…!!!
THis is the funniest story of the week. Tapi itu wawancara beneran kan, bukan virtual atau imajiner, seperti yang kerap dilakukan di blog-nya ndoro…………..kabuuurrrr dulu, resik2 spam.
Mas budi,
Support website gw donk : http://bennykusman.com
Kalau boleh, taruh di blog rollnya ya..
itu postingnya maksudnya apa sih?
konfirmasi bukan, klarifikasi bukan, koreksi bukan…. apa??
apa????
gak jelass….
Yang perlu dikonfirmasi apanya? Klarifikasi, mananya lagi? Koreksi…? Emang bagian mana sih yang salah? Hasan….Hasan….masih juga Bla..bla…bla…..!
harusnya telkom bikin sendiri aja, biar lebih seru bisnis content di indonesia
ceritanya…. layu sebelum berkembang… nih?
ko nama saya di sebut2 pa…ups salah org yah….klo detik di beli telkom ga independen lagi donk ntar ga seru hihihi…ngacir…
jangan mau dibeli mas budi. Tapi,… siapa juga yang mau jual. Budiona adalah detik, kan kurang elok kalau detik sedikit lagi jadi telkom.
[...] Nah, berapa besar energi untuk berubah, tentu saja tergantung berapa besar perubahan yang ingin dihasilkan. Kompas.com butuh bermilyar-milyar rupiah untuk berubah wajah dan melahirkan Kompas.com Reborn. Konon, ada yang bilang, “Mereka sudah habis Rp 10 miliar.” Lalu ada yang nyeletuk,” mereka memindahkan dana investasi yang kabatnya cukup untuk membikin sebuah hotel Santika baru. Mana yang benar? Jangan percaya isu. Telkom pun ingin berubah. Mereka ingin masuk ke bisnis content. Mereka sudah mendekati Detik.com tapi belum ada kata sepakat. Kata orang lewat, “Detik.com ditawar Rp 100 miliar tapi nggak mau.” Baca konfirmasi dan kabarnya di sini [...]
Enakan mandiri, intinya content ngga gampang disetir bos..!!!