Detikcom, Kompas.com, Cakram Award dan Ngirit Award
Ketika minggu lalu kompas.com memperoleh Cakram Award 2008 dari Majalah Cakram, banyak teman, baik melalui SMS, maupun via telepon bertanya kepada saya. Mengapa kok bukan detikcom? Husy. Bagi saya pertanyaan itu tidak pantas dilontarkan. Kompas.com menurut saya, sangat pantas mendapat anugerah Cakram Award. Bahkan, menurut saya Majalah Cakram terlambat memberikan Cakram Award untuk kompas.com.
Bayangkan saja, detikcom mendapat Cakram Award untuk tahun 2000. Artinya, detikcom yang baru berusia 2 tahun (lahir 9 Juli 1998) sudah mendapat anugerah Cakram Award. Sementara kompas.com baru dianugerahi Cakram Award pada usia 13 tahun. Kompas.com terlahir pada 14 September 1995. Jadi, menurut saya, sangat pantas Kompas.com mendapat Cakram Award. Selamat.
Lantas ketika MarkPlusnya Pak Hermawan Kertajaya memberikan New Wave Marketing Award kepada Kompas.com, saya pun menilai, itu juga sangat pantas. Pak Hermawan pun saya anggap terlambat memberikan anugerah untuk Kompas.com. Sebab, pada 2005, dari tangan Pak Hermawan sendiri saya sudah menerima anugerah Superbrand untuk
detikcom, dalam sebuah perhelatan di Hard Rock Cafe, Jakarta.
Ketika detikcom menerima Cakram Award 2000 dan gelar Superbrand 2005, memang tidak gebyar gebyar. Bahkan tidak menjadi berita spesial di detikcom. Kami hanya menampilkan berita itu di rubrik “Surat dari Pondok Indah” (Sekarang Surat dari Buncit). Rubrik ini memang khusus untuk kami bernarsis, sekaligus jembatan sambung rasa kami dengan pembaca detikcom.
Di sisi lain, jika kami tidak mempromosikan atau membikin pesta besar untuk award award yang kami terima, tak lain, karena kami harus efisien. Ngirit, kata lainnya. Duit kami terbatas. detikcom itu bukan siapa siapa. Bukan dari konglomerasi media yang duitnya tanpa seri. Ngirit menjadi salah satu kata kunci kisah sukses detikcom melewati usia 10 tahun. Selebihnya kerja keras dan keberuntungan.
Dan lantaran ngirit itu pulalah, detikcom pada Selasa, 27 Mei 2008 mendapat anugerah. Anugerahnya dikemas dengan nama keren: institusi yang mengedepankan open source sebagai pendukung kegiatan bisnisnya. Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman didamping Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh. Dengan open source detikcom memang ngirit banyak. Makanya penghargaan itu kami juluki “Ngirit Award”. Hiks!








May 30th, 2008 at 14:08
[blockquote]
Dan lantaran ngirit itu pulalah, detikcom pada Selasa, 27 Juni 2008 mendapat anugerah. Anugerahnya dikemas dengan nama keren: institusi yang mengedepankan open source sebagai pendukung kegiatan bisnisnya. Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman didamping Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh.[/blockquote]
salah nulis tanggal ya pak ?
kok udah pingin bulan juni aja, padahal masih mei lo sekarang …
[Reply]
May 30th, 2008 at 14:10
Albert Einstein, Abraham Lincoln, Thomas Alva Edison, Martin Luther King Jr, Bill Cosby dan lainnya bisa sukses karena keterbatasan fisik, finansial dan sosial. Dalam keterbatasan kita menjadi cerdas dan muncul ide berilian
[Reply]
May 30th, 2008 at 14:16
Koreksi Boss, bukan 17 Juni 2008, tetapi 17 Mei 2008 detikcom mendapat anugerah karena dinilai mengedepankan open source sebagai pendukung kegiatan bisnis.
[Reply]
May 30th, 2008 at 14:16
Sip Yud, sudah dibenerin. Makasih.
[Reply]
May 30th, 2008 at 14:19
Pak Tjatur aku koreksi balik, tanggalnya 27 bukan 17. 27 Mei 2008. Sip dah.
[Reply]
May 30th, 2008 at 14:24
btw kpn nich pak bos Detikcom di Reborn
kita tunggu kejutan reborn-nya…..
Detikcom manstaap daah
-ah-
[Reply]
May 30th, 2008 at 17:36
Lain ladang lain belalang. Lain koki lain pula rasa masakannya. Namun, kalau pilihan makanan makin banyak, dan enak-enak, kan asyik untuk pelanggannya. Bukan begitu pak brengos.
Adanya persaingan, atau pemain baru, akan membuat layanan makin baik dan variatif. Ditunggu “kejutan-kejutan” baru dari detik.com…………Good Luck.
[Reply]
May 30th, 2008 at 21:53
kok blogku gak ada yg ngasih award ya? misale Sontoloyo Award, hihihi…
[Reply]
May 31st, 2008 at 11:57
“Ngirit Award” pas lah buat Detikcom. Toh, pioner jurnalisme online tetep Detikcom
[Reply]
May 31st, 2008 at 17:21
kalau Salah Ketik Award belum ada ya?
[Reply]
May 31st, 2008 at 19:52
Halah ndoro kakung itu kok suka meri. Mbok ya bikin sendiri, wong bikin plakat di pejompongan yo murah kok. Trus nanti diprotret…bikin backdrop sendiri, trus berdiri di depannya. Lalu diumumken di blog sendiri. Siapa tahu nanti nek wis dapat award, sing masang iklan di tempat sampeyan banyak. hihihihi
bikin saja Narsis award.
[Reply]
May 31st, 2008 at 21:43
nanti detikcom reborn ngundang ari lasso juga pak budi? hehehe
[Reply]
June 1st, 2008 at 09:49
Waduh, kalau soal irit-iritan, saya juga ga kalah irit
[Reply]
June 1st, 2008 at 12:42
Wah kalo ndoro kung sih narsis nya cukup pake bokong truk award ajah mbak Lisa..hehehe..
mas budi..hmmm ndak salah aku nyantrik sama beliau ini, emang pakarnya loh kalo nyubit tapi yang lagi dicubit tetap tersenyum manis ndak kerasa hihihii..
congrats bwt ngirit award nya detikcom, biar irit yang penting selamat sampai tujuan ya mas…;)
[Reply]
June 1st, 2008 at 21:43
wew…suasah tuh pak wat dapet award. Apalagi dengan iklan yang desek2an gitu
[Reply]
June 3rd, 2008 at 08:10
Kalo dulu narsisnya cuman lewat surat pondok indah,
sekarang media nya bisa ditambah, lewat blog ini
[Reply]
June 3rd, 2008 at 17:22
eh, aku kok gak tau ya ada ngirit award? kalo ada gw udah menang banyak tuh harusnya… cuma karena BDI ngirit awardnya jadi ga dapet2 juga :p
[Reply]
June 4th, 2008 at 16:41
asal jgn ngirit gaji aja pak..huahahahaha..
[Reply]
June 4th, 2008 at 18:37
Pak Bud,
Kapan DetikCom bikin AdNetwork seperti Google/Adbrite versi Indonesia. Pak Bud kan sudah pengalaman dengan Advertiser Indonesia?
Supaya dunia blog dan situs2 Indonesia semakin ramai karena ada potensi insentif finansial utk beraktivitas di Internet. Ditunggu pak…
[Reply]
June 5th, 2008 at 10:35
Loh kan sudah ada, namanya AdPoint. Namun masih dipasang di detikcom family dulu. Dan sebentar lagi di blogdetik. Selanjutnya, setelah mantap dan para advertiser banyak, nanti kita akan kerjasama dengan afiliasi/partner. Bukan begitu mas budi?
[Reply]
June 8th, 2008 at 04:30
bukannya mau bikin rusuh atau ngebanding2 cuma mau share aja data yang terjadi di alexa.com sebagai referensi dari postingan Mbahnya Detikcom.
coba buka link ini http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/detik.com
nah lihat Traffic History Graph for detik.com
coba kawan2 compare detik.com dan kompas.com
1.nah data reach, yang terjadi detik.com menang telak dari kompas.com.
2. data rank, nah walaupun detikcom masih diatas, nampak dari ilustrasi graphic kompas.com menanjak naik beware detikcom
3. ini yang gawat dari data pageviews / user dimana detikcom berhasil diKO telak oleh Konglomerasi Media gabungan Kompas Gramedia ini dan itu terjadi baru2 ini sekitar tanggal 31 mei - 1 juni so inikah kebangkitan kompas.com, nampaknya detikcom harus lebih berwaspada dan terus berinovasi maju terus detikcom
Walaupun detikcom tetap yang teratas namun perlu di waspadai bahwa kompetitior lama atau pun baru sedang mambangun kekuatan2 dengan senjata2 baru untuk menduduki tahta detikcom yang sekarang
Thanks
[Reply]
June 10th, 2008 at 05:28
Boss Nyapto kapan nih adpointnya go publik saya rasa itu bakal menjadi corong income bagi detikcom dan tentunya juga bagi publisher kan banyak nanti yang senang ya detikcom, ya publisher, ya advertiser dan yang penting keterikatan emosional bakal lebih berasa and, berasa lebih tull gak
[Reply]
June 10th, 2008 at 10:16
to ivan,
jangan lupa bahwa detik jangan hanya dilihat detik.com tapi banyak saudaranya yang lain, macam detikhot, detiksport, detikinet, detikfinance, detiksurabaya dan deretan detik yang lain. Kalo digabung, pageview nya jauh diatas kompas. Gak percaya? silahkan cek
[Reply]
June 11th, 2008 at 04:43
To : Mas Wawan
Thanks atas infonya kebetulan saya dulu juga pernah ngerasain jadi orang dalem detik, saya tahu mengenai masalah statistik itu, data saya diatas cuma referensi semata berdasarkan web alexa, dan ternyata data tersebut sekarang fluktuatif naik turun gunung, saya cuma mau aware kepada mbahnya detikcom bahwa akan banyak kekuatan kompetitor baru yang sedang menggalang kekuatan mungkin beliau lebih tahu mengenai info ini, cuma sayangnya mereka para kompetitor show off dengan kantor mentereng dan dana segambreng tanpa didasari semangat dan tujuan jurnalisme yang jelas (maaf kalo saya salah atau sok tahu maaf aja ya), yang pada akhirnya gak punya tujuan solid kaya detikcom, yang kaprah lagi mereka bercita2 ingin menggulingkan tahta detikcom weleh - weleh…. Tuk mas wawan salam kenal
Thanks
[Reply]
June 11th, 2008 at 15:52
To Ivan. Tunggu tanggal mainnya. Jadi kangen sama kamu…hehe.
[Reply]
June 11th, 2008 at 22:01
isi posting ini sebenarnya kesombongan, diperhalus dengan gaya yogyakarta. hehehehe… intinya sih, “elu-elu pada dapat sekarang, gw dah lama…”
[Reply]
June 12th, 2008 at 07:28
Ok boss Sapto tak tunggu tanggal mainnya, mass dapat salam dari pak alex media indonesia, kalo kangen traktir - traktir dong hehe
[Reply]
June 18th, 2008 at 10:26
To: Ivan
Mungkin coba menambahkan saja. Mudah-mudahan benar. Alexa tidak mengambil data dari log server suatu website. Dia mengambil data dari orang2 yang memasang alexa toolbar di komputernya. Sehingga data dari alexa bisa dikatakan jauh dari benar.
Tapi bagi detikcom, tidak ada salahnya untuk melihat portal lain kompas.com) yang memang mencoba bangun dari ‘tidur’. Paling tidak menjadi ramai content lokal yang tersedia
[Reply]
June 23rd, 2008 at 07:24
To : Mr Ulfi
Saya setuju kalo Alexa tidak valid, karena source datanya berasal dari alexa toolbars yang notabene hanya user yang memasang alexa toolbars lah yang terhitung sebagai log tidak seperti Comscore (internet marketing research company) yang mengambil langsung ke server terkait.
Tapi kalo tak salah nih, data antara alexa dan Comscore secara hitung2an angka memang sangat berbeda namun apabila kita melakukan analisa benchmark trend antara keduanya mirip so alexa yang gratis bisa dipakai sebagai rujukan trend bukan rujukan rangking/reach atau pageviews per user namun yang menjadi salah kaprah adalah karena alexa gratis dan populer maka user awam mengganggap alexa sebagai rujukan utamanya.
Disinilah tingkat populer menjadi suatu faktor untuk menilai ranking (Mau ngomong apa kalo gini), BTW thanks ulfi atas infonya, so detik tetap bergairah untuk meningkatkan page views yang belum ada didetik tuh cuma SOSIAL NETWORK ENGINE, kalo gak salah wordpress ada tuh pluginnya kalo di plugin ke engine blog yang sekarang saya yakin bakal nanjak lagi tuh pageviews, maju terus detikcom terutama pageviewsnya hehe
[Reply]
July 2nd, 2008 at 06:47
Khusus untuk New Wave Marketing Award, dari penuturan pak Hermawan langsung, memang tidak ditujukan ke dotcom company karena memang sejak lahir mereka sudah new wave. Award tersebut diberikan untuk merek-merek yang sudah mapan di dunia nyata, namun sekarang ini mulai serius membangun inisiatif-inisiatif yang terkait dengan kolaborasi massal, social networking, dan sejenisnya baik melalui Internet maupun mobile.
Dengan kriteria semacam itu, sampai kapan pun Detikcom tidak akan pernah memenangkan New Wave Marketing Award.
Kompas dianggap sebagai penguasa media cetak yang amat serius menggarap online dengan fitur-fitur kolaborasi massal, sehingga dipilih sebagai pemenang New Wave Marketing Award untuk bulan Mei 2008.
Sedangkan Toyota Astra Motor memenangkan award yang sama untuk bulan Juni karena memanfaatkan blogsphere untuk product launching All New Corolla Altis dan untuk memperkuat brand image Toyota Kijang sebagai mobil keluarga. Ini yang saya tulis di postingan terbaru di blog saya.
Gitu mas Bud.
[Reply]
July 2nd, 2008 at 08:29
Setuju bos.
[Reply]
July 2nd, 2008 at 10:54
Dengan komentar dari pak Nukman, “silang sengketa” soal award-awardan, ditutup!
[Reply]