Feb 20 2009

Facebook dan Para Bajingan

Published by budiono under Budisiana

Seorang rekan perempuan saya nampaknya sedang punya masalah dengan laki-laki. Saya tidak tahu apa masalahnya. Ia terlihat Marah banget. “Semua laki laki itu bajingan,” sergahnya dengan wajah masam. “Bajingan banget.”

Masih kata teman perempuan saya, cobalah lihat penampilan para bajingan itu di facebook. “Weh…, mereka, para bajingan itu, tampil seperti malaikat. Foto anak istri dipamerkan. Para bajingan itu sepertinya suami yang oke oke. Setia. Dan terlihat begitu bangga dengan keluarganya,” katanya berang.

“Penampilan para bajingan itu di facebook jauh berbeda dengan kelakukan kesehariannya,” katanya meledak-ledak. Saya hanya melongo mendengar kemarahannya. “Tenang..tenang….jangan emosi. Saya ini juga lelaki. Di Facebook saya juga memamerkan foto anak istri saya lho,” kata saya mencoba menenangkan.

“Kalau begitu kamu juga bajingan,” sergah rekan perempuan saya itu. “Stttsss…..jangan kenceng kenceng,  istriku nguping nih.”

84 responses so far

Feb 10 2009

Keras Dulu…atau….????

Published by budiono under Budisiana

Teman saya bertanya, kerja keras atau keras dulu baru bekerja? Siapa punya jawab?

77 responses so far

Feb 05 2009

Sok “Raja Minyak” Jualan Kaos

Published by budiono under Budisiana, detikcom

rajablog1

Selasa (3/2/2009) teman teman kantor heboh. Whuiiii….bdi (demikian saya biasa dipanggil) jadi raja minyak. Dikerumuni cewek cewek cakep. Kegiatan di news room terhenti sejenak. Teman teman berjubel di depan studio mini. Azizah berkomentar (komentarnya mencela cela) paling kenceng. Dia lupa kalau sedang hamil. Awas, anak lahir langsung berkumis lho!

Itulah suasana yang bisa saya gambarkan ketika saya “dikerjain” tim detikshop.com. Saya didaulat jadi model kaos “Update Banget”. Kaos ini dagangan paling gres setelah edisi kaos “Kopi Paste” yang laris manis itu.

Sebagai model tentu saja kagok banget. Apalagi model lainnya cakep cakep. Ada Ayu, Sarah, Yuyie, Amel, Vita dan Alloy. Model ini adalah rekan rekan kerja saya semua. Fatia si tukang potretnya, sok galak. “bdi gayanya jangan jadul, jangan katrok. Ayo senyum. Jangan kayak orang susah,” Begitu Fatia memotret sambil terus bercerewet ria.

“Sok raja minyak, padahal cuman mau jualan kaos,” begitu Tina berkomentar. Tina ini juragan detikshop.com. Nah, Anda ingin dikerebuti cewek seperti saya? Beli dulu kaos “Update Banget”…he..he…he…..

75 responses so far

Feb 02 2009

Contrengan Guncang Negeri Dewa

Published by budiono under Politik

Beberapa hari saya ‘ngumpet’ di negeri para Dewa. Maunya bertapa, tapi justru menuai gaduh. Para Dewa guncang. Para Dewa sibuk. Para Dewa membolak-balik kriteria yang masuk surga atau neraka. Aturan tambahan para pemuka di negeri Bumi, membuat para Dewa pusing tujuh keliling. Coblos eh contreng contreng…!!!
Para Dewa mencoba mencari makna kata contreng. Kamus kamus dikumpulkan. Googling di Wikilangit dilakukan. Namun, ya itu tadi, para Dewa tidak menemukan kata Contreng. Mengapa tidak ikut contrengan hukumnya haram? Haram itu dosa. Dosa itu tiket masuk neraka. Para Dewa pusing tujuh keliling.

Para Dewa juga punya pertanyaan: kalau orang mencontreng dan orang yang dicontreng kelak dikemudian hari terima suap dan dibui KPK, apakah contrengannya itu halal? O la la….siapa berminat mencontreng?

49 responses so far

Jan 27 2009

Misteri Parang Hijau Mega Sultan HB X

Published by budiono under Politik

Dunia politik Indonesia kian bergoyang. Pekan lalu Sultan HB X bertandang ke rumah Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. Senin (26/1/2009) giliran Mega menyambangi raja Mataram itu. Mega dijamu di Kraton Yogyakarta. Sultan berkemeja batik bermotif parang. Warna hijau menyiratkan misteri politik. Perlambang apa?

Sultan memang terbiasa berbatik motif Parang. Terutama Parang Rusak, Hanya saja, lazimnya motif parang bernuansa warna coklat, hitam, merah, atau warna terang lainnya. Saat menjamu Mega, parang yang dikenakan Sultan berwarna hijau. Warna istimewa bagi kalangan kraton.

Konon — sekali lagi ini konon — warna hijau itu jadi perlambang. Perlambang Sultan menerima pinangan Mega, menjadi Wapres-nya Mega. “Ah ini hanya peristiwa budaya,” kata Sultan. “Ini pertemuan biasa,” sahut Mega. Malu malu kucing. Begitulah lelakon jagad politik kita. Padahal kalau iya pun, ya tidak apa apa to!

Jika Sultan benar adanya tampil sebagai wapresnya Megawati, nampaknya pemilu 2009 bakal seru.  Golkar nampaknya bakal terimbas manuver Sultan (Sultan HB X ini Golkar lho). Cilakanya, Golkar tak bisa berbuat apa apa.

Sebab, apa yang dilakukan Sultan sebenarnya meniru Jusuf Kalla (JK) pada 2004. Ketika Golkarnya Akbar Tanjung mendukung Mega, eh JK (saat itu sudah Golkar) malah nyempal lari sendirian menjadi Wapresnya SBY. Akankah Sultan bakal sukses mengulang sepak terjang JK pada 2004? Tanyakan pada beringin yang bergoyang…!!!!

44 responses so far

Jan 23 2009

Lelaki Bicara Banyak, Tapi Yang Dipikirkan cuman Satu……

Published by budiono under Budisiana

Seorang teman saya mengatakan, lelaki itu bicara tentang politik, bicara tentang bisnis, bicara tentang lingkungan hidup, bicara tentang filosofi. Lelaki itu bicara banyak hal, tapi yang dipikirkan cuman satu: wanita.

Benar juga ya!

59 responses so far

Jan 21 2009

Mega Obama dan Pelajaran Ngambek

Published by budiono under Politik

Mega Obama. Mega dalam arti besar. Obawa memang benar-benar orang besar. Besar bukan dalam artian bertubuh tambun alias gendut. Sejarah telah melahirkan Mega Obama. Ada pelajaran menarik dalam upacara pelantikan Obama menjadi Presiden AS: tak ada yang ngambek. Bagaimana bisa?

Saat Obama dan Istrinya tiba di Gedung Putih,  Bush dan istrinya langsung menyambut. Jabat tangan dan peluk cium. Tak lupa Ibu Obama menyerahkan oleh oleh untuk Ibu Bush. Sebuah kemesraan yang dilihat langsung jutaan warga dunia. Ada yang harus pergi dan ada yang harus datang. Tak ada yang ngambek.

Bush memuji Obama, sebaliknya Obama pun melempar pujian ke alamat Bush. Tak ada dendam. Tidak pula saling menjelekkan. Yang kalah dan yang menang berpelukan. Lalu pelajarannya di mana?

Cobalah kembali ke Indonesia pada 2004. Ketika rakyat memenangkan SBY menjadi Presiden, kandidat yang kalah bungkam seribu bahasa. Tak ada ucapan selamat. Jangan berharap pula dia mengirim bunga ke Cikeas. Lho kok ngambek, begitu kata orang. Berani bertanding kalah tak siap. Tidak elok. Tidak memberi contoh kepada rakyat. Demokrasi kok pakai jurus ngambek.

Kini pilihan presiden 2009 sudah di depan mata. Akankah kita memilih presiden yang suka ngambek? Monggo kerso, silakan saja!!!! Ini soal selera. Oh Mega Mega…..Mega Obama…!!!

45 responses so far

Next »